Rhaz, makhluk yang jelek punya...
...memang begitu adanya...

Pagi ini...

Category: By rhazor
Pagi ini cerah. Cukup cerah. Aku langsung ke warnet untuk sekadar lihat-lihat dunia maya. Browsing apa saja. Download apa saja. Juga berceloteh tentang apa saja. Terus terang, sekarang aku menjadi tertarik akan catatan-catatan harian seperti blog, akun friendster, dan sebagainya.

Aku tidak tahu apa tujuanku membuat blog. Aku bukan tipe orang yang kreatif, yang bisa membuat kata-kata indah. Tapi, aku coba untuk berceloteh, siapa tahu ada orang yang tertarik untuk mendengar celotehanku ini. Siapa tahu ada orang yang mengirim komentar dan mengkritik tentang semua celotehanku. Aku sangat senang bila ada orang yang seperti itu. Tak bisa dipungkiri, aku memang senang diperhatikan.

Sudah ah, otakku sudah ngebul, mikirin kata-kata apaaalagi yang mesti kutulis di sebuah blog ini. Adakah orang yang mau mengirim komentar?? Semoga saja!
 

Celotehan pertama

Category: By rhazor

Hmm...
Sebenernya baru kali ini gw posting tulisan di sebuah blog, setelah sekian lama blog ini terbengkalai tidak ada yang mengurus. Salah gx sih gw? Kalu menurut gw, gw gx salah tuwh. Cz gw baru ada waktunya sekarang. Awalnya, gw ngiler gara-gara gw ngeliat tmen-tmen gw pda ngurus blog. mereka jg ngajakin gw buat bkin blog. Gw bilang gw jg udah punya. Tapi mereka nanya lagi. Kenapa mereka gax tahu kalu gw punya blog. Ya, gw bilang, blog gw lg gax aktif. Lagi terbengkalai.
Di tulisan pertama ini, gw pengen nyeritain pengalaman gw tentang blogging-memblogging yang gw alamin. Lu gax usah jauh-jauh. Tulisan itu sedang lu baca koq sekarang. Gimana? bagus gax? Kalu gw pikir sey, yaaaahhh cukuplah buat beginner kayak gw. Gimana? Bagus gx? Bagus kan?! Iya kan? Iaya donk??! Pastinya!
 

Hari yang Indah... Mungkinkah?

Category: By rhazor
Tak dipungkiri hidup itu memang perjuangan. Memang, terpaut diantara kesaksian itu menyebalkan. Terdiam dan hanya menggerakkan jari di depan komputerlah yang hanya bisa menghiburnya. Dia hanya menuliskan pengalamannya dengan sedikut-sedikit menggerutu. Betapa tidak? Dia hanya seorang pengembara pencari ilmu yang mencuri-curi kesempatan menulis tentang sesuatu di mesin yang sangat bodoh.
Sekali-sekali dia menengok ke kiri dan ke kanan. Waspada.